Mimpi memiliki lantai yang berkilau bak lobi hotel bintang lima sering kali terbentur pada kenyataan bahwa harga granit alam atau granite tile (porselen) bisa menguras tabungan renovasi.
Namun, dalam dunia desain interior, ada sebuah rahasia terbuka: Anda tidak selalu membutuhkan material yang paling mahal untuk mendapatkan tampilan yang paling mewah. Dengan kemajuan teknologi manufaktur saat ini, keramik motif granit telah berevolusi menjadi alternatif yang sangat kompetitif.
Persoalannya, bagaimana cara memilih keramik yang benar-benar terlihat seperti granit asli dan bukan sekadar “tiruan murah”? Berikut adalah panduan mendalam untuk membedah estetika tanpa menguras kantong.
1. Memahami Teknologi Digital Printing dan Variasi Motif
Dahulu, keramik motif batu alam terlihat sangat palsu karena pola yang sama diulang berkali-kali pada setiap kepingan. Hasilnya, lantai terlihat seperti barisan gambar yang kaku. Saat ini, pilihlah keramik yang diproduksi dengan teknologi inkjet digital printing.
Ciri utama keramik berkualitas tinggi yang mampu meniru granit adalah “Face Variation”. Sebelum membeli, tanyakan kepada penjual berapa banyak “face” atau wajah motif yang dimiliki koleksi tersebut.
Keramik yang bagus biasanya memiliki 6 hingga 12 pola berbeda dalam satu tipe. Dengan variasi ini, saat lantai dipasang, mata tidak akan menemukan pengulangan motif yang mencolok, menciptakan ilusi batuan alam yang acak dan otentik.
2. Memilih Tepi Keramik: Rectified vs. Unrectified
Ini adalah detail teknis yang paling menentukan hasil akhir. Granit asli disukai karena bisa dipasang dengan nat yang sangat tipis, memberikan kesan seamless atau tanpa sambungan. Untuk meniru efek ini, Anda wajib memilih keramik Rectified.
Keramik rectified adalah keramik yang setelah proses pembakaran dipotong kembali pinggirannya dengan presisi tinggi menggunakan mesin. Hasilnya adalah tepi yang tegak lurus (90 derajat) dan tajam. Sebaliknya, keramik biasa (unrectified) memiliki pinggiran yang agak melengkung atau membulat (bantalan).
Dengan keramik rectified, Anda bisa menggunakan nat berukuran 1,5 mm hingga 2 mm saja. Jika warna nat disesuaikan persis dengan warna dominan keramik, garis sambungan akan “menghilang”, dan tamu Anda akan mengira lantai tersebut adalah granit slab mahal.
3. Permainan Tekstur: Polished, Matt, atau Lappato?
Granit dikenal dengan kilaunya yang dalam (deep glow). Untuk menirunya, banyak orang langsung memilih keramik high-gloss. Namun, keramik murah sering kali memiliki kilau yang terlihat “berminyak” dan tidak alami.
Jika Anda ingin tampilan yang lebih modern dan elegan, pertimbangkan tekstur Lappato atau semi-polished. Tekstur ini memberikan kilau yang halus namun tetap mempertahankan sedikit tekstur batuan di bawahnya.
Cahaya yang memantul dari permukaan lappato terlihat lebih lembut dan mahal. Sebaliknya, untuk area seperti teras atau kamar mandi, pilihlah motif granit dengan tekstur matt atau satin yang memberikan kesan batu granit bakar yang kokoh dan berkelas.
4. Ukuran Adalah Kunci Visual
Ukuran standar keramik biasanya adalah 40×40 cm atau 50×50 cm. Namun, granit identik dengan ukuran besar. Jika Anda ingin keramik Anda terlihat seperti granit, naikkan standarnya ke ukuran minimal 60×60 cm.
Ukuran yang lebih besar berarti lebih sedikit garis nat yang memotong pemandangan lantai.
Di ruangan yang sempit, penggunaan keramik ukuran besar dengan motif granit berwarna terang (seperti warna beige atau abu-abu muda) justru akan memberikan efek tipuan mata yang membuat ruangan terasa dua kali lebih luas.
5. Strategi “Mix and Match” yang Cerdas
Jika anggaran Anda benar-benar mepet, gunakan strategi penempatan strategis. Anda tidak perlu memasang granit di seluruh ruangan.
Gunakan granit tile asli untuk area yang paling sering dilihat orang, seperti ruang tamu atau pintu masuk utama. Kemudian, gunakan keramik motif granit yang senada untuk area yang lebih privat seperti kamar tidur atau dapur bersih.
Pastikan Anda membawa contoh kepingan granit asli saat memilih keramik untuk memastikan warnanya matching. Di bawah pencahayaan yang tepat, perbedaan antara keduanya akan sangat sulit dibedakan oleh mata orang awam.
6. Perhatikan Kualitas Glazur
Kekurangan utama keramik dibanding granit adalah ketahanannya terhadap goresan. Karena itu, pilihlah keramik dengan lapisan glazur yang tebal. Cara mengeceknya sederhana: lihatlah bagian samping kepingan keramik; jika lapisan warnanya terlihat cukup tebal di atas badan tanah liatnya, itu pertanda baik. Keramik dengan glazur yang baik tidak akan mudah pudar warnanya meskipun dipel setiap hari.
Mewujudkan rumah impian tidak selalu tentang seberapa banyak uang yang Anda habiskan, melainkan seberapa cerdik Anda memilih material. Keramik motif granit adalah solusi “jalan tengah” yang menawarkan kemewahan visual granit dengan harga yang jauh lebih bersahabat.
Dengan memperhatikan detail pada presisi tepi, variasi wajah motif, dan pemilihan nat yang tepat, Anda bisa memiliki lantai mewah yang akan membuat setiap orang terpana tanpa mereka tahu bahwa Anda telah menghemat jutaan rupiah.





